Engkaulah perempuan yang merintih dalam derai tawa
dan menari dalam rana
Setiap senyummu adalah luka yang bersarang terlalu lama hingga orang2 melupakannya.
Helai bait syairmu mendayu pilu, melolong sunyi pada mayat-mayat harapan semu.
hahaha..
Engkaulah perempuan tiada hitam yang kuat menerjang pedih, tiada putih yg lembut membasuh perih.
Hanya abu-abu hiasi dingin harapmu.
Dan engkaulah perempuan yang terlena dalam bujuk angin dan terlanjur ikut mengalir bersama desaunya menuju ujung lautan.
Sementara engkau ringkih, terkikis habis, ia pun kan beranjak mencari hati lain tanpa kata dan bicara.
Pujalah ia, maka engkau akan buta dan hanyut dalam kilaunya, dan nantilah ia hingga mentari di balik lautan sana kembali esok harinya.
Engkau akan menemukan jejak-jejak hampa yang ia ukir pada lembaran tubuhmu, sebuah jejak abadi pertanda ia akan pergi tanpa kembali, dan biarkanmu menanti bersama ratapan air abu-abu yang mengalir tiada henti dari mata abu-abumu itu..
kamar kos, 1 juni 2011
Tidak ada komentar:
Posting Komentar