Awan hitam di luar sana menggumamkan gemuruh, langit kelam dengan bulan sabit redup dan pucat. Kuhela nafas panjang demi menepis bayangmu yang selalu bergelayut merayu rindu dan mengiris sepi lorong-lorong kosong dalam hati.
Terlalu dalam harap itu kutancapkan hingga perih menganiaya hati ketika ku hendak mencabutnya.
Angin malam ini membawaku pada hangat nafasmu serta merdunya cumbu rayumu.Tanganmu telah dekap seluruh hatiku dan biarkannya bergelut dalam cawan rindu penuh nafsu.
Kau bahkan tak pernah ucapkan kata cinta, kau juga tiada pernah dendangkan lagu rindu, sementara aku merayu sayangmu lewat aroma nafsu biru tiada berwujud rindu. Apakah aku, dalam hati beku mu? sementara namamu telah mengalir dalam relung-relung nadiku.
Perlahan aku mulai menutup mata dan berharap ia tak akan pernah terbuka lagi, sebab deru pesonamu akan segera butakannya lewat segenggam janji dan sejumput rencana, dibungkus rapi dengan ketidakjujuran manis tanpa kata yang pernah engkau titipkan kala itu.
by : Angel3/062/XIII
Tidak ada komentar:
Posting Komentar