"Berani mengenal sastra berarti berani berperang dengan kata mewakili raga. Berani merampas rasa lewat bahasa.."

Kamis, 02 Juni 2011

sajak-sajak yang terluka

SAJAK MALAM

Telah kupuisikan rinduku bersama angin malam
Ku lagukan dalam bait, bait simfoni rembulan
Kutahu, tiada arti atas kasihku di padang gusar
tapi inilah yang menjadi gulatan dalam altar jiwaku
sebab harus menyimpan sayang di balik cawan ketidakberdayaan.

Andai saja pahatan bintang mampu menyampaikan inginku,
maka sedikitpun aku tidak akan memejam
hingga pagi menikam..

Dari: seorang sahabat


SAJAK PAGI

....
Telah kurasakan setiap sajakmu
melucuti segenap egoku.
Tapi aku sedang berjalan di atas pasir berduri
demi meraih mentari cinta itu

Langkahku sudah lama tercabik
oleh ranjau di balik pesona semu senyummu.
Hingga kini langkah ini semakin tertatih dan bersimbah luka
ketika engkau kurengkuh
dan kubiarkan pedang-pedang di balik sayapmu membunuhku..

untuk: seorang sahabat
By : _Angel3/062/XIII

Tidak ada komentar:

Posting Komentar